Pages

Sunday, March 6, 2011

KARYA ILMIAH dan NON KARYA ILMIAH

0 comments
I. Karya Ilmiah
I.1. Pengertian Karya Ilmiah
Karya ilmiah adalah laporan tertulis dan diterbitkan yang memaparkan hasil penelitian atau pengkajian yang telah dilakukan oleh seseorang atau sebuah tim dengan memenuhi kaidah dan etika keilmuan yang dikukuhkan dan ditaati oleh masyarakat keilmuan.

I.2. Ciri-Ciri Karya Ilmiah
Secara ringkas, ciri-ciri karya ilmiah dapat diuraikan sebagai berikut :

a. Objektif
Keobjektifan ini tampak pada setiap fakta dan data yang diungkapkan berdasarkan kenyataan yang sebenarnya, tidak dimanipulasi. Juga setiap pernyataan atau simpulan yang disampaikan berdasarkan bukti-bukti yang bisa dipertanggungjawabkan. Dengan demikian, siapa pun dapat mengecek (memvertifikasi) kebenaran dan keabsahannya.

b. Netral
Kenetralan ini bisa terlihat pada setiap pernyataan atau penilaian bebas dari kepentingan-kepentingan tertentu baik kepentingan pribadi maupun kelompok. Oleh karena itu, pernyataan-pernyataan yang bersifat mengajak, membujuk, atau mempengaruhi pembaca perlu dihindarkan.

c. Sistematis
Uraian yang terdapat pada karya ilmiah dikatakan sistematis apabila mengikuti pola pengembangan tertentu, misalnya pola urutan, klasifikasi, kausalitas, dan sebagainya. Dengan cara demkian, pembaca akan bisa mengikutinya dengan mudah alur uraiannya.

d. Logis
Kelogisan ini bisa dilihat dari pola nalar yang digunakannya, pola nalar induktif atau deduktif. Kalau bermaksud menyimpulkan suatu fakta atau data digunakan pola induktif; sebaliknya, kalau bermaksud membuktikan suatu teori atau hipotesis digunakan pola deduktif.

e. Menyajikan Fakta (bukan emosi atau perasaan)
Setiap pernyataan, uraian, atau simpulan dalam karya ilmiah harus faktual, yaitu menyajikan fakta. Oleh karena itu, pernyataan atau ungkapan yang emosional (menggebu-gebu seperti orang berkampanye, perasaan sedih seperti orang berkabung, perasaan senang seperti orang mendapatkan hadiah, dan perasaan marah seperti orang bertengkar) hendaknya dihindarkan.

f.  Tidak Pleonastis
Maksudnya kata-kata yang digunakan tidak berlebihan alias hemat. Kata-katanya jelas atau tidak berbelit- belit (langsung tepat menuju sasaran).

g.  Bahasa yang digunakan adalah ragam formal

I.3. Sikap Ilmiah
Sikap ilmiah merupakan sikap yang harus ada pada diri seorang ilmuwan atau akademisi ketika menghadapi persoalan-persoalan ilmiah. Sikap ilmiah ini perlu dibiasakan dalam berbagai forum ilmiah, misalnya dalam diskusi, seminar, loka karya, dan penulisan karya ilmiah
Sikap-sikap ilmiah yang dimaksud adalah sebagai berikut.
Sikap ingin tahu. Sikap ingin tahu ini terlihat pada kebiasaan bertanya tentang berbagai hal yang berkaitan dengan bidang kajiannya. Mengapa demikian? Bagaimana caranya? Apa saja unsur-unsurnya? Dan seterusnya.
Sikap kritis. Sikap kritis ini terlihat pada kebiasaan mencari informasi sebanyak mungkin berkaitan dengan bidang kajiannya untuk dibanding-banding kelebihan-kekurangannya, kecocokan-tidaknya, kebenaran-tidaknya, dan sebagainya.
Sikap terbuka. Sikap terbuka ini terlihat pada kebiasaan mau mendengarkan pendapat, argumentasi, kritik, dan keterangan orang lain, walaupun pada akhirnya pendapat, argumentasi, kritik, dan keterangan orang lain tersebut tidak diterima karena tidak sepaham atau tidak sesuai.
Sikap objektif. Sikap objektif ini terlihat pada kebiasaan menyatakan apa adanya, tanpa diikuti perasaan pribadi.
Sikap rela menghargai karya orang lain. Sikap menghargai karya orang lain ini terlihat pada kebiasaan menyebutkan sumber secara jelas sekiranya pernyataan atau pendapat yang disampaikan memang berasal dari pernyataan atau pendapat orang lain.
Sikap berani mempertahankan kebenaran. Sikap ini menampak pada ketegaran membela fakta dan hasil temuan lapangan atau pengembangan walapun bertentangan atau tidak sesuai dengan teori atau dalil yang ada.
Sikap menjangkau ke depan. Sikap ini dibuktikan dengan selalu ingin membuktikan hipotesis yang disusunnya demi pengembangan bidang ilmunya.
Sikap ilmiah ini juga harus ada pada diri Anda ketika menyusun buku ilmiah. Kebiasaan-kebiasaan yang bertentangan dengan sikap ilmiah harus Anda buang jauh-jauh, misalnya sikap menonjolkan diri dan tidak menghargai pendapat orang lain, sikap ragu dan mudah putus asa, sikap skeptis dan tak acuh terhadap masalah yang dihadapi.

I.4. Macam-macam Karya Ilmiah
1. Artikel ilmiah : karya tulis yang dirancang untuk dimuat di jurnal atau buku kumpulan artikel, ditulis dengan tatacara ilmiah, dan disesuai dengan konvensi ilmiah yang berlaku. Artikel dapat dipilah menjadi dua (a) artikel hasil penelitian, dan (b) artikel nonpenelitian.
2. Makalah ilmiah : karya tulis yang memuat hasil pemikiran tentang masalah, disusun secara sistematis dan runtut, dan disertai analisis yang logis dan objektif. Makalah dibedakan menjadi dua (a) makalah teknis, dan (b) makalah nonteknis
3. Laporan Penelitian : karya tulis yang berisi paparan proses dan hasil penelitian


II.Karya Tulis Non-ilmiah
II.1. Pengertian Karya Tulis Non-ilmiah
Karya tulis non-ilmiah (karya non Ilmiah) adalah karya tulis ilmu pengetahuan yang menyajikan fakta pribadi dan ditulis menurut metodologi penulisan yang baik dan benar. Karya tulis non-ilmiah itu pun bervariasi bahan topiknya dan cara penyajiannya, tetapi isinya tidak didukung oleh fakta umum. Bahasanya mungkin kongkret atau abstrak, gaya bahasanya mungkin formal dan teknis, atau formal dan populer.

II.2 Ciri-ciri Karya Non-ilmiah Biasanya Bersifat
1.Non Teknis Konkrit : Informatif, bernada populer, imajinatif, dll
2.Teknis Umum : Informatif, umum, tidak untuk kepentingan pribadi, masalah secara umum, tidak ada ajakan emosional, konkrit, dll.
3.Abstrak normal : Informatif, umum, non teknis,Tidak untuk kepentingan pribadi, populer, dll.
4.Spesifik Historis : Spesifik, sumber sejarah, bahasa dan susunan formal, dll.
5.Emotif : Sedikit informasi, tidak sistematis, dll.
6.Persuasif : cukup informatif, penilaian fakta tidak dengan bukti, bujukan untuk meyakinkan pembaca, dll
7.Deskriptif : Informasi sebagian imajinatif dan subyektif, pendapat pribadi, nampaknya dapat dipercaya.
8.Kritik : Tanpa dukungan bukti : tidak memuat informasi spesifik, berprasangka menguntungkan, formal, dll.

II.3.Macam-macam Karya Non-ilmiah
a.Cerpen. Suatu bentuk naratif fiktif. Cerita pendek yang cenderung padat dan langsung pada tujuannya dibandingkan karya-karya fiksi yang lebih panjang.
b.Dongeng. Merupakan suatu kisah yang diangkat dari pemikiran fiktif dan kisah nyata, diakhir cerita biasanya mengandung pesan moral.
c.Roman. Adalah sejenis karya sastra dalam bentuk prosa atau ganjaran yang isinya melukisnya perbuatan pelakunya menurut watak dan isi jiwa masing-masing.
d.Novel. Sebuah karya fiksi prosa yang tertulis dan naratif, biasanya dalam bentuk cerita.
e.Drama. Adalah suatu bentuk karya sastra yang memiliki bagian untuk diperankan oleh aktor.



Sumber :
(http://id.wikipedia.org/wiki/Karya_ilmiah)
(http://mgmp1.wordpress.com/2009/03/11/penulisan-karya-ilmiah-artikel-ilmiah/)
(http://wartawarga.gunadarma.ac.id/2011/02/tugas-softskill-mata-kuliah-bahasa-indonesia-karya-ilmiah-karya-non-ilmiah/)
(http://daudp65.byethost4.com/mki/mki7.htm)
(http://menulisbukuilmiah.blogspot.com/2008/10/karya-tulis-ilmiah-ciri-dan-sikap.html)

Sunday, January 16, 2011

Kutipan & Daftar Pustaka

0 comments
A. KUTIPAN

1. Pengertian Kutipan
         Kutipan adalah pinjaman pendapat dari seseorang, baik berupa tulisan, maupun dalam bentuk lisan.

2. Prinsip mengutip
         Karena kutipan itu pada hakekatnya adalah pinjaman pendapat seseorang, maka pengutip tidak diperkenankan mengadakan perubahan, baik kata-katanya maupun tekniknya. Bila penulis terpaksa mengadakan perbaikan, misalnya dianggap ada kesalahan, penulis harus memberi keterangan.
                    Contoh:
                                  ‘Tugas polisi antara lain adalah memberi pelayan kepada masyarakat.’
         Pengutip tahu bahwa dalam kalimat itu ada kata yang salah, namun pengutip tidak boleh memperbaikinya.
                Cara memperbaikinya:
‘Tugas polisi antara lain adalah memberi pelayan [seharusnya, pelayanan, penulis] kepada masyarakat.’
‘Tugas polisi antara lain adalah memberi pelayan [Sic!] kepada masyarakat.’
[Sic!] artinya dikutip sesuai dengan aslinya.
Cara 2) ini lebih umum.

       - Menghilangkan bagian kutipan
               Dalam kutipan diperkenankan menghilangkan bagian-bagian kutipan dengan syarat bahwa penghilangan bagian itu tidak menyebabkan perubahan makna.
         Caranya :
         - Menghilangkan bagian kutipan yang kurang dari satu alinea :
                        Bagian yang dihilangkan diganti dengan tiga titik berspasi.
         - Menghilangkan bagian kutipan yang lebih dari satu alinea :
                        Bagian yang dihilangkan diganti dengan titik berspasi sepanjang garis (dari margin kiri sampai ke margin kanan).

3. Jenis Kutipan
    a.  Kutipan langsung : adalah pinjaman pendapat dengan mengambil secara lengkap kata demi kata, kalimat demi kalimat dari sumber teks asli. Kutipan tak langsung: adalah pinjaman pendapat dengan mengambil inti sarinya saja.
         Kutipan pada catatan kaki
         Kutipan atas ucapan lisan
         Kutipan dalam kutipan
         Kutipan langsung pada materi

4. Cara Mengutip
    a. Kutipan langsung
       1) yang tidak lebih dari empat baris:
           a) kutipan diintegrasikan dengan teks
           b) jarak antar baris kutipan dua spasi 
           c) kutipan diapit dengan tanda kutip
           d) sesudah kutipan selesai, langsung di belakang yang dikutip dalam 
               tanda kurung ditulis sumber dari mana kutipan itu diambil, dengan
               menulis nama singkat atau  nama keluarga pengarang, tahun terbit,
               dan nomor halaman tempat kutipan itu diambil
         2) yang lebih dari empat baris:
             a) kutipan dipisahkan dari teks sejarak tiga spasi
             b) jarak antar baris kutipan satu spasi
             c) kutipan dimasukkan 5-7 ketukan, sesuai dengan alinea teks
                 pengarang atau pengutip. Bila kutipan dimulai dengan alinea baru,
                 maka baris pertama kutipan dimasukkan lagi 5-7 ketukan
             d) kutipan diapit oleh tanda kutip atau tidak diapit tanda kutip
             e) di belakang  kutipan diberi sumber kutipan {seperti pada 1)}

    b. Kutipan tak langsung
            1) kutipan diintegrasikan dengan teks
            2) jarak antar baris kutipan spasi rangkap
            3) kutipan tidak diapit tanda kutip
            4) sesudah selesai diberi sumber kutipan

    c. Kutipan pada catatan kaki
                Kutipan selalu ditempatkan pada spasi rapat, meskipun kutipan itu
           singkat saja. Kutipan diberi tanda kutip, dikutip seperti dalam teks 
           asli.

    d. Kutipan atas ucapan lisan
                Harus dilegalisir dulu oleh pembicara atau sekretarisnya (bila
           pembicara seorang pejabat). Dapat dimasukkan ke dalam teks sebagai
           kutipan langsung atau kutipan tidak langsung. 
  
    e. Kutipan dalam kutipan
                 Kadang-kadang terjadi bahwa dalam kutipan terdapat lagi  kutipan. Dalam hal ini dapat ditempuh dua cara :
              - Bila kutipan asli tidak memakai tanda kutip, kutipan dalam kutipan dapat mempergunakan tanda kutip tunggal atau tanda kutip ganda. Bila kutipan asli memakai tanda kutip tunggal, kutipan dalam kutipan  memakai tanda kutip ganda.
              - Sebaliknya bila kutipan asli memakai tanda  kutip ganda, kutipan dalam kutipan memakai tanda kutip tunggal. 

     f. Kutipan langsung pada materi
                 Kutipan langsung dimulai dengan materi kutipan hingga perhentian terdekat, (dapat berupa koma, titik koma, atau titik) disusul dengan sisipan penjelas siapa yang berbicara.




B. DAFTAR PUSTAKA

1. Pengertian Daftar Pustaka
    Daftar pustaka adalah sebuah daftar yang berisi judul buku, artikel, dan bahan penerbitan lainnya yang mempunyai pertalian dengan sebuah karangan yang tengah digarap.




2. Unsur Daftar Pustaka:  
    a. Nama pengrang
    b. Judul referensi (buku, artikel)
    c. Data publikasi: Tempat terbit, penerbit, tahun terbit, cetakan ke berapa, nomor jiid,
                               dan jumlah halaman.
    d. Untuk artikel majalah: judul artikel, nama majalah, jilid, nomor, tahun, halaman.
    e. Untuk artikel harian: judul artikel, nama harian, hari, tanggal, tahun, halaman.

3. Teknik Penulisan
    a. Nama pengarang diurutkan menurut urutan alfabetis. Nama yang dipakai dalam
        urutan itu adalah nama keluarga, bila ada nama kelaurga.
    b. Bila tak ada nama pengarang, maka judul buku atau judul artikel yang dimasukkan
        dalam urutan alfabetis. Kata sandang dalam bahasa Barat tidak diperhitungkan
        untuk penyusunan ini.
    c. Bila seorang pengarang membuat lebih dari satu referensi, maka untuk referensi
        kedua dan seterusnya nama pengarag tidak perlu dicantumkan, tetapi diganti    
        dengan garis sepanjang 5 (lima) atau 7 (tujuh) ketukan.
    d. Jarak antar baris untuk satu referensi satu spasi, jarak antara satu referensi dengan 
        referensi yang lain dua spasi.
    e. Baris pertama dimulai dari margin kiri, baris kedua dan seterusnya dimasukkan 
        3 (tiga) ketukan, bila alinea teks masuk 5 ketukan; baris kedua dan seterusnya \  
        dimasukkan 4 (empat) ketukan masuk bila alinea teks masuk  7 ketukan .